Membangun dan Mengelola Sistem

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tentang
“MEMBANGUN DAN MENGELOLA SISTEM”

Oleh :
Nelsi Julisna (1630403073)
Nuzul Goca Lisa Iqbal (1630403079)
Putri Purnama Sari (1630403086)

DOSEN PEMBIMBING :
Ileh Satria, SE,. MA,. M.Si

JURUSAN EKONOMI SYARIAH KOSENTRASI MANAJEMEN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BATUSANGKAR
2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur  kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “MEMBANGUN DAN MENGELOLA SISTEM”. Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah SISTEM INFORMASI MANAJEMEN.
Pemakalah juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu dalam penulisan makalah ini. Pemakalah menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini di masa mendatang.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pemakalah khususnya dan bagi para pembaca. Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk untuk kebaikan kita bersama. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin.

                                                                                   Batusangkar, 26 Mei 2018

                                                                                                  Pemakalah





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang...........................................................................................1
b.      Rumusan Masalah......................................................................................1
c.       Tujuan........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
a.       Sistem sebagai perubahan yang direncanakan dalam perusahaan.............3
b.      Ikhtisar pengembangan sistem...................................................................8
c.       Pendekatan alternatif dalam membangun sistem.....................................15
d.      Pengembangan aplikasi bagi perusahaan digital......................................20
BAB III PENUTUP
a.       Kesimpulan................................................................................................23
b.      Saran..........................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................24






BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Membangun sistem informasi memerlukan analisis masalah organisasi dengan sistem informasi yang sudah ada, menilai kebutuhan informasi orang-orang, memilih teknologi yang tepat, dan merancang ulang proses bisnis dan pekerjaan. Manajemen harus memantau usaha pengembangan sistem dan mengevaluasi manfaat serta biayanya. Sistem informasi yang baru merepresentasikan proses perubahan organisasional yang terencana.
Sistem informasi proyek memiliki tingkat kegagalan yang tinggi. Pada hampir setiap organisasi, proyek sistem informasi memakan waktu dan biaya terlalu banyak untuk diimplementasikan dari yang diantisipasi pada awalnya, atau sistem yang telah selesai tidak berfungsi dengan baik. Ketika suatu sistem informasi gagal berfungsi dengan baik atau memakan biaya terlalu besar untuk dikembangkan, perusahaan mungkin tidak akan dapat memperoleh manfaat dari investasi sistem informasi mereka, dan sistem tersebut mungkin tidak dapat memecahkan masalah sebagaimana tujuan awalnya. Pengembangan suatu sistem baru harus dikelola dan diarahkan dengan hati-hati, dan cara pelaksanaan proyek merupakan faktor terpenting dalam memengaruhi hasilnya.
B.  Rumusan Masalah
Dari uraian diatas, dapat dirumuskan beberapa masalah, adapun rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah :
1.    Menjelaskan sistem sebagai perubahan yang direncanakan dalam perusahaan?
2.    Menjelaskan ikhtisar pengembangan sistem?
3.    Menjelaskan pendekatan alternatif dalam membangun sistem?
4.    Menjelaskan pengembangan aplikasi bagi perusahaan digital?

C.  Tujuan
Dari rumusan masalah diatas dapat dirumuskan beberpa tujuan pembahasan, yakni :
1.    Untuk mengetahui sistem sebagai perubahan yang direncanakan dalam perusahaan
2.    Untuk mengetahui khtisar pengembangan sistem
3.    Untuk mengetahui pendekatan alternatif dalam membangun sistem
4.    Untuk mengetahui pengembangan aplikasi bagi perusahaan digital
















BAB II
PEMBAHASAN
A.  Sistem Sebagai Perubahan Yang Direncanakan Dalam Perusahaan
Membangun suatu sitem informasi yang baru merupakan salah satu jenis dari perubahan organisasional yang direncanakan. Pengenalan dari suatu sistem informasi yang baru melinatkan jauh lebih banyak dari pada perangkat keras dan perangkat lunak yang baru. Ini juga meliputi perubahan dalam pekerjaan, keahlian, manajemen dan organisasi. Ketika kita merancang suatu sistem informasi yang baru, maka kita akan merancang ulang organisasi. Para pembangun sistem harus memahami bagaimana suatu sistem akan mempengaruhi proses bisnis yang spesifik dan organisasi sebagai suatu keseluruhan.
1.    Pengembangan sistem dan perubahan organisasional
Teknologi informasi dapat mempromoskan variasi dari derjat perubahan organisasional, yang berkisar dari penambahan bertahap hingga mencapai pencapaian lebih jauh . Jenis dari perubahan stuktural organisasional yang di mungkinkan dengan teknologi informasi yaitu:
a.    Otomatisasi  (Otomation)
Otomatisasi adalah bentuk yang paling umum dari perubahan organisasional yang dimungkinkan dengan TI .penerapan yang pertama dari teknologi informasi yang melibatkan penugasan para karyawan untuk mengerjakan tugas mereka dengan lebih efisien dan efektif. Contohnya: menghitung pencatatan slip gaji, memberikan kasir (teller) bank akses yang lebih cepat atas catatan tabungan konsumen dan mengembangkan jaringan reservasi nasional bagi para agen tiket pesawat terbang.
b.    Rasioanalisasi prosedur (relationalization of producers)
Rasionalisasi prosedur merupakan suatu bentuk yang lebih mendalam dari perubahan organisasional. Rasionalisasi prosedur adalah Penelusuran prosedur operasional yang standar. Sebagai contoh, sistem MoneyGram untuk menangani pengiriman uang secara global yang efektif bukan hanya karena menggunakan teknologi komputer semata, tetapi juga karena perusahaan menyederhanakan proses bisnis bagi kegiatan operasional administrasinya.
Rasionalisasi atas prosedur sering kali ditemukan dalam program program  untuk membuat serangkaian prningkatan kualiatas yang terus menerus dalam produk jasa dan operasional seperti misalnya manajemen totak kualiats ( TQM ) dan six sigma.  Manajemen kualitas  total (total quality management-TMQ) membuat pencapaian kualitas tujuan itu sendiri dan tanggungjawab dari semua orang dan fungsi-fungsi dalam dalam suatu organisasi. TMQ berasal dari konsep-konsep yang dikembangkan oleh para ahli mutu dari Amerika seperti W. Edwards Deming dan Joseph Juran, tetapi dipopulerkan oleh orang Jepang. Six Sigma merupakan suatu ukuran tertentu atas mutu  mempresentasikan 34 kecacatan per jutaan peluang. Sebagaian besar perusahaan tidak dapat mencapai level kualitas ini, tetapi dengan menggunakan si sigma sebagai suatu tujuan untuk mendorong program peningkatan kualitas yang sedang berlangsung.
c.    Merancang ulang proses bisnis (business process redesign)
Merancang ulang proses bisnis, yang mana proses bisnis akan dianalisis,disederhanakan dan dirancang ulang. Merancang ulang proses bisnis akan mengorganisasikan kembali alur kerja ,menggabungkan langkah -langkah untuk memangkas tugas yang sia sia dan menghilangkan pengulangan, tugas yang yang lebih memerlukan banyak kertas. Contohnya pembrosesan tanpa faktur pada ford motor campany ,yang mana mengurangi jumlah karyawan dalam organisasi North American Accounts Payable Fond yang terdiri atas 500 orang menjadi sebesar 75% . Para pegawai  bagian utang terbiasa menghabiskan sebagian besar dari uang mereka untuk menyelesaikan kesenjangan diantara order pembelian ,penerimaan dokumen dan faktur tagihan
d.   Pergeseran paradigma (paradigma shift)
Pergeseran paradigm merupakan bentuk yang radikal dari perubahan bisnis. Pergeseran paradigma  melibatkan pemikiran kembali sifat bisnis dan sifat dari organisasi. Pergeseran paradigma dan rekayasa teknik sering kali mengalami kegagalan karena perubahan organisasional secara ekstensif sangat sulit untuk mengaturnya.
Perubahan Organisasional yang Membawa Risiko dan Imbalan.
 
                                               
                                Tinggi                    Pergeseran  Paradigma
                               
                               
                             Resiko                                                                                                          
                                                            Rasionalisasi
                                Rendah
                                                                                                                                                       
                                                                Rendah                                                                Tinggi
                                                                                Tingkat Pengembalian
2.    Perancangan Ulang Proses Bisnis
Manajemen proses bisnis (business proces managemen-BPM) menyediakan berbagai macam alat bantu dan metodologi untuk menganalisis proses yang telah ada ,merancang proses yang baru ,dan mengoptimalkan proses-proses tersebut. Perusahaan yang menjalankan manajemen proses bisnis harus melalui langkah-langkah sebagai berikut :


a.    Mengidentifikasi proses untuk perubahan
Salah satu dari strategi keputusan yang paling penting yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan adalah bukan memutuskan bagaimana menggunakan komputer-komputer untuk meningkatkan proses bisnis,tetapi memahami proses bisnis apakah yang perlu peningkatan .
b.    Menganalisis proses - proses yang telah ada
Proses bisnis yang telah ada akan dibuat model dan didokumentasikan ,mencatat input, ouput ,sumber daya dan uutan aktivitas. Tim yang merancang proses akan mengidentifikasikan langkah-langkah yang redundan, tugas tugas yang memerlukan banyak kertas,kemacetan ,dan ketidakefesienan lainnya .
c.    Merancang proses yang baru
Ketika proses yang ada dipetakan dan diukur dalam hal waktu dan biaya ,maka tim yang merancang proses akan berusaha untuk meningkatkan proses dengan merancang yang baru. proses baru yang menjadi lebih efesien akan didokumentasiakan dan dibuat model untuk perbandingan dengan proses yang lama.
d.   Mengimplementasikan proses yang baru
Ketika proses yang baru telah seluruhnya dimodelkan dan dianalisis,maka harus diterjemahkan ke dalam suatu rangkaian prosedur yang baru dan aturan kerja. Sistem informasi yang baru atau peningkatan dari sistem yang telah ada harus diimplementasikan untuk mendukung proses perancangan ulang. Proses yang baru dan sistem pendukung akan diluncurkan kedalam organisasi bisnis. Sebagaimana bisnis mulai menggunakan proses tersebut, maka permasalahan menjadi terselesaikan dan teratasi. Para karyawan bekerja dengan proses yang merekomendasikan peningkatan.
e.    Pengukuran yang terus menerus
Ketika suatu proses telah diimplementasiakan dan dioptimalkan, maka perlu diukur secara terus menerus ,karana proses dapat memburuk dari waktu kewaktu seiring dengan para karyawan menetapkan metode yang lama,atau mereka akan kehilangan ketika bisnis menglami perubahan lainnya.
3.    Alat Bantu Bagi Manajemen Proses Bisnis.
Lebih dari 100 perusahaan perangkat lunak yang menyediakan alat bantu bagi aspek BPM yang bervariasi , meliputi IBM, Oracle, dan TIBCO. Alat bantu tersebut membantu busnis dalam mengidentifikasi dan mendokumentasikan proses yang memerlukan peningkatan, menciptakan, model untuk meningkatan proses, menangkap dan menegakkan aturan bisnis untuk menjalankan proses dan mengintegrasikan sistim sistim yang telah ada untuk mendukung proses yang baru atau yang dirancang ulang. Alat bantu perangkat lunak BPM juga menyediakan analitis untuk memverifikasi bahwa kinerja dari proses telah ditingkatkan dan untuk mengukur dampak dari perubahan proses terhadap indikator-indikator kunci dari kinerja bisnis.
Beberapa alat bantu BPM mendokumentasikan dan memonitor proses bisnis untuk membantu perusahaan dalam mengidentififikasi ketidakefisienan dengan menggunakan perangkat lunak untuk menghubungkan dengan tiap-tiao sistem yang digunakan untuk proses tertentu oleh perusahaan untuk mengidentifikasi titik titik yang bermasalah. Perusahaan reksadana di canada AIC menggunakan perangkat lunak pemantauan Sajus BPM untuk memeriksa ketidakkonsistensian prosesnya dalam mempengaruhi akun setelah transaksi klien. Sajus mengkhususkan diri dalam manajemen proses yang berbasis pada tujuan, yang mana menitihberatkan pada menemukan penyebab dari permasalahan organisasional melalui pemantauan proses sebelum menerapkan alat bantu tersebut untuk menangani permasalahan-permasalahan tersebut.
Kategori alat bantu lainnya yang mengotomasikan beberapa bagian dari suatu proses bisnis dan menegakkan aturan bisnis sehingga para karyawan akan melakanakan proses tersebut dengan lebih konsisten dan efesien.
B.  Ikhtisar Dari Pengembangan Sistem
Sistem informasi yang baru merupakan suatu hasil dari proses pemecahan permasalahan organisasional. Suatu sistem informasi yang baru dibangun sebagai suatu pemecahan bagi beberapa tipe permasalahan dapat merupakan salah satu yang mana para manajer dan para karyawan meyadari bahwa organisasi tidak berjalan sebaik yang dihrapkan atau bahwa organisasi harus memanfaatkan keuntungan dari peluang yang baru untuk dapat mengerjakan dengan lebih berhasil.
Proses Pengembangan Sistem


Aktivitas aktitas yang masuk ke dalam menghasilkan suatu pemecahan sistim informasi terhadap permasalahan atau peluang organisasional dinamakan pengembangan sistim. Pengembangan sistim merupakan jenis permasalahan yang terstuktur yang dipecahkan dengan aktivitas-aktifitas yang berbeda. Aktifitas tersebut terdiri atas analisis sistem, desain sistem, pemrograman, pengujian, konversi serta produksi dan pemeliharaan.
1.    Analisi Sistem
Analisis sistem adalah suatu permasalahan yang mana perusahaan berusaha untuk memecahkannya dengan sistem informasi.Analisis sistem terdiri atas menentukan permasalahan, mengidentifikasi penyebab-penyebannya, menentukan solusi dan mengidentifikasi kebutuhan informasi yang harus dipenuhi oleh suatu solusi sistem. Analisis juga meliputi studi kelayakan untuk menentukan apakah suatu solusi layak atau tidak atau dapat dicapai, dari sudut finansisal, teknikal, dan organisasional.
Normalnya, proses analisis sistem akan mengidentifikasi beberapa alterlnatif  solusi dimana organisasi dapat mengejar dan menilai kelayakan masing-masing laporan proposal sistem yang tertulis menggambarkan biaya dan manfaat,serta keuntungan dan kerugian dari tiap-tiap alternatif.
Tugas yang paling menantang dari analisis sistem adalah menentukan kebutuhan informasi secara spesifik yang harus dipenuhi oleh pemecahan sistem yang dipilih. Pada tingat yang paling dasar kebutuhan informasi (information requirements) dari suatu sistem yang baru melibatkan mengidentifikasi siapa yang menentukan informas, dimana, kapan dan bagaimana. Analisis kebutuhan yang gagal merupakan sumber penyebab dari kegagalan sistim dan biaya pengembangan sistem yang lebih besar. Beberapa bermasalahan tidak memerlukan solusi sistim tambahan, tetapi justru membutuhkan penyesuaian dalam manajemen, pelatihan tambahan atau perbaikan dari prosedur organisasional yang telah ada. Jika permasalahan adalah yang terkait dengan informasi, maka analisis sistim akan diperlukan untuk mendiagnsis permasalahan dan sampai pada suatu solusi yang tepat.
2.    Desain Sistem
Disain dari suatu sistim adalah keseluruhan rencana atau model bagi sistem tersebut. Seperti denah gedung dan rumah, ini terdiri atas semua spesifikasi yang menmberikan bentuk dan stuktur dari sistim tersebut. Perancanagn sistem memerincikan spesifikasi sistim yang akan menjalankan fungsi yang diidentifikasikan dalam analisis sistem. Spesifikasi-spesifikasi tersebut akan menangani semua komponen manajerial, organisasional dan teknologikal dari solusi sistem.
Yang membuat salah satu  disain menjadi lebih unggul dibanddingkan yang lainnya adalah kemudahan dan efisiensi yang mana memenuhi kebutuhan dari penggunaannya di dalam suatu rangkaian kendala teknikal, organisasional, finansial dan waktu yang spesifik.
3.    Pemograman
Dalam tahap pemrograman spesifikasi sistim dipersiapkan selama, tahap perancanagan diterjemahkan ke dalam perangkat lunak kode program. Saat ini banyak organisasi yang tidak lagi mengerjakan pemrograman mereka sendiri untuk sistem-sistem yang baru, mereka membeli perangkat lunak yang memenuhi kebutuhan akan suatu sistim yang baru dari sumber-sumber eksternal seperti paket perangkat lunak dar pemasok perangkat kunak komersial, layanan perangkat lunak dari penyedia layanan aplikasi atau melakukan perusahaan alih daya yang mengembangkan aplikasi perangkat lunak khusus bagi para klien mereka.

Spesifikasi Desain
Output
-Medium
-Konten
-Ketepatan waktu
Input
-Mula-mula
-Alur
-Entri data
AntarMuka Pengguna
-Kesederhanaan
-Efisiensi
-Logika
-Umpan balik
Desain Database
-Model data digital
-Kebutuhan volume dan kecepatan
-organisasi file dan desain
-Spesifiksi catatan

Pemrosesan
-Komputasi
-Modul program
-Laporan yang
 diminta
-Penetapan waktu atas  
  output
Prosedur Manual
-Aktivitas apakah
-Siapa yang
  mengerjakannya
-Kapan
-Bagaimana
-Dimana
Pengendalian
-Pengendalian input      
(karakter,batas,kewajaran)
-Pengendalian
pemrosesan(konsistes, hitungan catatan)
-Pengendalian output
(total, sampel dari output)
-Pengendalian prosedural (kata sandi, bentuk yang khusus)
Keamanan
-Pengendalian atas akses
-Rencana malapetaka
-Jejak audit
Dokumentasi
-Dokumentasi operasional
-Dokumentasi sistem
-Dokumentasi pengguna
Konvensi
-Pemindahan file
-Memprakarsai prosedur yang baru
-Memilih metode
  pengujian
-Memangkas jalan
  menuju sistem yang
  baru
Pelatihan
-Memilih teknik
  pelatihan
-Mengembangkan modul pelatihan
-Mengidentifikasi fasilitas pelatihan
Perubahan Organisasional
-Perencanaan ulang tugas
-Desain pekerjaan
-Desain proses
-Merancang struktur organisasi
-Hubungan pelaporan

4.    Pengujian
Pengujian (testing) yang mendalam dan teliti  harus dilakukan untuk memastikan apakah sistem memerikan hasil yang tepat atau tidak. Pengujian akan menjawab pertanyaan-pertanyaan, akankah sistim memberikan hasil yang diinginkan berdasarkan kondisi-kondisi yang diketahui. Pengujian sistim informasi dibagi kedalam 3 tipe aktfitas yaitu:


a.    Pengujuan unit (unit testing)
Pengujian unit atau pengujian program, terdiri atas menguji tiap-tiap program secara terpisah dalam sistem . Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menjamin bahwa program-program telah bebas dari kesalahan, tetapi tujuan ini secara realistis adalah mustahil.
b.    Pengujian sistem (system testing)
Pengujian sistem menguji fungsi dari sistem informasi sebagai suatu keseluruhan. Ini mencoba untuk menentukan apakah modul-modul  yang berlainan akan berfungsi bersama-sama seperti yang direncanakan dan apakah kesenjanagan yang terjadi diantara cara sistim benar-benar bekerja dan cara yang dipahami . Diantara area-area yang diperiksa adalah kinerja waktu,kapasitas dan penyimpanan file dan menangani beban puncak, kapabilitas untuk memulihkan dan mengawali kembali dan prosedur-prosedur manual.
c.    Pengujian penerimaan (acceptance testing)
Pada penelitian ini menyediakan sertifikasi final yang mana sistim siap untuk digunakan dalam suatu pengaturan produksi. Pengujian sistim dievaluasi oleh para pengguna dan dikaji ulang oleh manajemen. Ketika semua pihak diuaskan bahwa sistem yang baru memenuhi standar-standar mereka, maka sistem akan diterima secara formal untuk instalasi.
5.    Konversi
Konevrsi merupakan suatu proses perubahan dari sistem yang lama,menuju sistem yang baru. Empat sistem utama konversi yang dapat dilakuakan adalah :
a.    Strategi paraler
b.    Strategi Pemangkasan langsung
c.    Strategi Penelitian percobaan
d.   Strategi Pendekatan bertahap
Dokumentasi yang terperinci memperhatikan bagaimana sistem bekerja baik dari sudut pandang teknikal maupun pengguna akir yang diselenggarakan selama masa koneksi untuk digunakan dalam pelatihan dan kegiatan operasional setiap hari. Kurangnya pelatihan yang layak dan dokumentasi memberikan kontribusi terhadap kegagalan sistem sehingga bagian dari proses pengembangan sisten ini sangat penting.
6.    Produksi dan pemeliharaan
Setelah sistim yang baru dipasang dan konveksi telah terselesaikan, maka sistem dikatakan berada dalam produksi. Dalam tahap ini sistem akan dikaji ulang oleh para pengguna  dan para spesialis teknikal unuk menentukan seberapa baik ini telah memenuhi tujuan awalnya dan untuk memutuskan apakah terdapat perbaikan atau modifikasi yang diperintahkan. Dalam beberapa contoh dokumen audit pasca-implementasi yang formal dipersiapkan.
Setelah sistim telah terpasang dengan baik maka harus dipelihara sementara itu berada dalam produksi untuk memperbaiki kesalahan, memenuhi persyaratan atau meingkatkan efesiensi pemrosesan. Perubahan dalam perangkat keras, peragkat lunak, dokumentasi atau prosedur pada sistim produksi untuk memperbaiki kesalahan, memenuhi persyaratan yang baru, atau meningkatkan efiiensi pembrosesan diistilahkan dengan pemeliharaan.
Pengembangan sistem
Aktivitas Utama
Deskripsi
Analisis Sistem
Mengidentifikasi Permasalahan
Menentukan Solusi
Menetapkan Kebutuhan Informasi
Desain Sistem
Menciptakan Spesifikasi desain
Pemrograman
Menerjemahkan Spesifikasi Disain Ke Dalam  Kode Program
Pengujian
Melaksanakan Pengujian Unit
Melaksanakan Pengujian Sistem
Melaksanakan Pengjian Penerimaan
Konveksi
Merencanakan Konveksi
Mempersiapkan Dokumentasi
Melatih Para Pengguna Dan Staf Teknis
Produksi Dan Pemeliharaan
Mengoperasiakan Sistem
Mengevaluasi Sistem
Memodifikasi Sistim

Pemodelan dan perancangan sistem
1.    Metodologi Terstuktur
Terdapat metodologi alternatif untuk membuat model dan merancang sistim. metodologi yang terstuktur dan pengembanagan yang berorientasi pada objek merupakan yang paling pening .
Metodologi terstuktur telah digunakan untuk mendokumentasi, menganalisis ,merancang sistim informasi sejak tahun 1970 an . terstuktur mengacu pada kenyataan bahwa teknik-teknik yang dilakukan adalah tahap demi tahap ,dengan tiap tahap dibangun pada tahap yang sebelumnya , arahnya dari atas ke bawah ,maju dari yang tertinggi ,level yang paling abstrak menuju level rincian yang terendah dari yang umum menjadi yang spesifik .
Perangkat utama untuk mempresentasikan proses dari komponen data dan alur data diantara mereka adalah diagram alur data . Diagram alur data menawarkan suatu model grafik logis atas alur informasi ,membagi-bagi sistem ke dalam modul-modul yang menunjukkan level rincian yang dapat dikendalikan . Ini menentukan dengan ketat proses atau transpormasi yang terjadi didalam tiap-tiap modul dan antar muka yang terjadi diantara mereka.
Alat bantu lainnya bagi analisis terstuktur adalah kamus data ,yang mana berisi informasi mengenai bagian data induvidual dan pengelompokan data didalam suatu sitem . Kamus data merupakan konten alur data dan penyimpanan data sehingga para pembangun sistem memahami dengan tepat bagian dari data data yang meeka isi.
Spesifikasi proses menggambarakan transpormasi yang terjadi didalam level diagram alur data yang terendah . dalam metodologi tekstuktur ,disain perangkat lunak akan dibuat model dengan menggunakan diagram stuktur dengan hierarki. Diagram stuktur adalah diagram dari atas kebawah ,memperhatikan tiap-tiap level desain ,hubungannya dengan level-level lainnya ,dan tempatnya dalam keseluruhan stuktur disain . disain yang pertama mempertimbangkan fungsi utama dari program atau sistim ,kemudian memecahkan fungsi ini ke dalam subfungsi ,dan menguraikan tiap-tiap subfungsi hingga level rincian yang terendah telah tercapai .
2.    Metodologi Berorientasi Objek .
Pengembanagan yang berorientasi pada  objek menggunakan objek sebagai unit dasar dari analisis sistem dan desain . suatu objek yang menggabungkan data dan proses tertentu yang beroperasional dengan data terebut . data dikemas dalam suatu objek yang dapat diakses dan dimodifikasi hanya dengan mengoperasionalkan  atau metode yang terkait dengan objek tersebut .

C.    Pendekatan Alternatif Pembangunan Sistem
a.    Siklus hidup sistem  tradisional
Siklus hidup sistem adalah metode pengemabangan sistem informasi yang paling tua metodologi siklus hidup adalah pendekatan bertahap untuk membangun sistem membagi pengembangan sistem menjadi tahapan-tahapan yang formal ,para spesialis sistem mempunyai pendapatan berbeda tentang bagaimana membagi tahapan pengembangan sistem tetapi  mereka secara umum bersesuian dengan tahapan pengembangan sistem yang baru saja dijelaskan.
Membagi siklus hidup sistem membagi tenaga secara sangat formal antara pengguna  spesialis sistem informasi,spesialis teknis,seperti analisis sistem dan pemograman bertanggungjawab atas pekerja analisis sistem,perancangan,dan implemetasi pengguba akhir  juga memberikan kebutuhan informasinya dan menilai hasil pekerjaan  staf teknis siklus menekankan spesifikasi formal dan pencatatan banyak sekali dokumen yang  dibuat proyek sistem berjalan
Siklus hidup sistem masih digunakan untuk mengembangkan sistem yang besar dan rumit  yang membutuhkan keperluan analisis yang tepat dan formal ,spesifikasi  yang telah ditentukan dan kendali yang ketat atas proses-prosesnya namun pendekatan sistem siklus hidup sistem  sistem mundur dan maju ke setiap tahapan dari siklus hidup silkus sistem pada dasaranya pendekatan “air terjun”dimana tugas-tugas dalam satu tahapapan yang diselesaikan sebelum  tahapan diselesaikan sebelum pada tahapan selanjutnya dimulai.
b.    Membuat prototipe
Prototipe (prototype)terdiri dari membangun suatu percobaan dengan cepat bagi para pengguna akhir untuk melakukan evaluasi dengan berinterkasi dengan para pengguna dapat memperoleh gagasan yang lebih baik mengenai kebutuhan  informasi mereka.prototipe didukung  oleh para pengguna yang dapat digunakan sebagai contoh untuk menciptakan semi final.
Prototipe adalah versi sistem informasi atau bagian dari sistem yang sudah digunakan berfungsi tetapi dimaksudkan hanya   sebagai model awal saja stelah beroperasi prototipe akan lebih jauh diperhakuskan hinga cocok sekali dengan kebutuhan penggunaanya  ketika rancangan telah difinalisasikan prototipe dapat dikoversi menjadi sistem produksi yang jauh lebih baik.
Proses  untuk membangun suatu rancanagn pendahuluan mencobanya terlebih dalam menyempurnakan dan mencoba kembali telah dinamakan dengan proses pegembangan sistem yang berulang karena tahapan-tahapan yang diperlukan untuk mengembangkan siklus dapat diulang lagi dan lagi pembuataran prototipe lebih berulang secara ekspedisi dari pada siklus hidup yang konvensional  dan secara aktif mempromosikan perunbahan dalam rancanagan siklus telah dikatakan bahwa prototipe akan menggantikan pengerjaan kembali yang tidak direncanakan dengan pengulangan yang terencana dengan setiap versi lebih akurat  menentukan kebutuhan dari para pengguna.
a)    Tahap-tahap dalam pembuatan prototipe
Tahap 1
Mengidentifikasi kebutuhan dasar  dari pengguna perancang sistem (biasanya spesial sistem informasi)bekerja cukup lama dengan pengguna untuk mendapatkan informasi kebutuhan dasar pengguna.
Tahap 2
Mengembagkan prototipe awal perancang sistem menciptkan suatu prototipe bekerja dengan cepat dengan menggunakan alat bantu untuk menghasilkan perangkat lunak dengan cepat.
Tahap 3
Mengunakan prototipe pennguna didorong untuk bekerja sama dengan sistem untuk menentukan seberapa baik prototipe dalam memenuhi kebutuhanya dan memberikan saran-saran untuk menigkatkan prototipe .
Tahap 4
Merevisi dan memperbaiki prototipe.

b)   Keuntungan dan kerugian prototipe
Pembuatan prototipe paling bermanfaat ketika terdapat beberapa ketidakpastian tentang kebutuhan atau solusi rancangan dan sering digunakan untuk merancang  sistem informasi antara pengguna akhir atau bagian dari sistem yang berinteraksi dengan pengguna seperti tampilan online dan layar masukan data,laporan,atau laman web.

Pengembangan oleh pengguna akhir
Beberapa jenis sistem informasi dapat dikembangkan oleh pengguna akhir dengan sedikit antuan formal dari spesialis teknis atau bahkan tidak sama sekali fenomena ini disebut pengembangan oleh pengguna akhir.rangkaian perangkat lunak yang dikategorikan sebagai bahasa generasi keempat membuat hal ini mungkin dilakukan bahasa generasi keempat adalah perangkat lunak yang membuat pengguna akhir dapat membuat  laporan dan megmbangkan aplikasi perangkat lunak dengan sedikit bantuan teknis atau tidak sama sekali.
Beberapa perangkat ini juga meningkatkan produktifitas pemogman profesional. Paket perangkat lunak aplikasi dan alih daya
a.    Paket  perangkat lunak aplikasi
Selama beberapa dekade terakhir banyak sistem yang telah dibuat di atas fondasi paket perangkat lunak aplikasi banyak aplikasi umum bagi perusahaan bisnis antara lain pembayaran gaji,pitang,buku besar atau pengendalian perediaan untuk fungsi-fungsi yang universal seperti itu dengan proses-proses standar yang tidak membuat banyak dari waktu ke waktu suatu sistem umum dapat memenuhinkebutuhan perusahaa
Jika sebuah paket perangkat lunak dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan perusahaan maka perusahaan tidak perlu membuat perangkat lunaknya sendiri  perusahaan dapat menghemat waktu dn uang dengan menggunakan program jadiyang telah dirancang sebelumnya yang terdapat dalam paket perangkat lunak vendor paket pemasok  seabagian besar pedukung  dan pemeliharaan sistem secara terus-menerus termasuk perbaikan-perbaikan untuk membuat sistem sesuai dengan pengembangan teknis  dan bisnis yang terus berjalan.

b.    Alih daya
Jika suatuperusahaan tidak ingin menggunakan sumber daya internalnya untuk membangun atau mengoperasinlakan sistem inforamasi maka perusahaan dapat melakukan alih daya pekerjaan kepada organisasi eksternal yang megkhususkan diri  pada penyediaan layanan tersebut komputasi dan perangkat lunak cloud computing sebagai para penyedia jasa,merupakan salah satu bentuk dari ahli daya perusahaan-perusahaan berlangganan menggunakan peragkat lunak dan keras komputer  yang disediakan oleh jasa tersebut sebagai platfrom teknikal bagi sistem mereka dalam bentuk alih daya lainya maka perusahaan akan menyewa pemasok eksternal untuk merancang dan menciptakan perangkat lunak bagi sistemnya tetapi perusahaan tersebut akan menjalankan sistem pada komputer-komputernya sendiri pemasok  ahli daya  dapat berada di dalam negri  atau di luar negri.
Alih daya dalam negri sangat didorong oleh kenyataan bahwa  perusahaan alih daya memeilki keahlian,sumber daya an aset yang tidak dimiliki oleh para klien mereka.
Memasang sistem manajemen rantai pasokan yang baru dalam suatu perusahaan yang sangat besar  membutuhkan untuk merekrut tambahan antara 30-50 orang dengan keahlian-keahlian tertentu dalam perangkat lunak manajemen rantai pasokan yang memperoleh lisensi dan pemasok ketimbang  merekrut karyawan yang baru permanen sebagian besar dari mereka memerlukan pelatihan  ekstensi dalam paket perangkat lunak dan kemudian melepaskan mereka setelah sistem yang baru  telah terpasang akan lebih masuk akal dan sering kali lebih murah untuk melakukan alih daya pekerjaan ini  selama periode 12 bulan.

Pengembangan aplikasi  untuk perusahaan digital 
Dalam lingkungan perusahaan digital organisasi perlu untuk dapat menambnahkan ,megubah dan meghentikan kemampuan teknologi mereka dengan sangat cepat untuk menanggapi peluang-peluang yang baru meliputi kebutuhan untuk menyediakan aplikasi bagi platfrom mobile,perusahaan mulai menggunakan proses pengembangan yang lebih cepat sebagai tambahan menggunakan paket perangkat lunak dan para penyedia layanan eksternal para pembisnis sangat bergantung pada teknik siklus yang cepat lebih informal yang menyediakan solusi dengan cepat sebagai tambahan menggunakan paket perangkat lunak para penyedia layanan eksternal   para pembisnis sangat bergantung pada teknis dan siklus yang cepat seperti misalnya pengebnagan aplikasi yang cepat desain aplikasi bersama,pengembangan yang cerdas dan komponen perangkat lunak yang dapat digunakan kembali yang berstadarkan yang dapat dirakit ke dalam seperangkat jasa yang lengkap bagi e-commerce dan e-busnisse.

D.  Pengembangan Aplikasi Untuk Perusahaan Digital
Pengembangan aplikasi cepat (RAD)
Alat bantu perangkat lunak yang berorientasi pada objek, perangkat lunak yang dapat di pakai untuk pembuatan prototipe, dan perangkat bahasa generasi keempat membantu para pembangun sistem melakukan pekerjaan sistem lebih cepat daripada jika mereka menggunakan metode pengembangan sistem dan peralatan peranti lunak yang tradisional. Istilan pengembangan aplikasi cepat (rapid application development-RAD) digunakan untuk menggambarkan proses pembuatan sistem yang dapat dilangsungkan dalam waktu yang sangat singkat. RAD dapat mencakup penggunaan pemograman visual dan perangkat lainya untuk membuat antarmuka gartis bagi pengguna, pembuatan prototipe iteratif dari elemen-elemen sistem yang  terpenting, otomatisasi pembuatan kode program, dan kerja sama erat antara pengguna kahir dan spesialis sistem informasi. Sistem sistem sederhana sering kali dapat  dirakit dari komponen komponen yang sebelumnya telah dibuat. Prosesnya tidak harus sekuensial, dan bagian bagian penting dari proses pengembalian dapat berlangsung bersamaan.
Terkadang teknik yang disebut desain aplikasi gabungan (joint application design-JAD) digunakan untuk mempercepat perbuatan kebutuhan informasi dan mengembangkan rancangan sistem awal. JAD mengarahkan para pengguna akhir dan para spesialis sistem informasi bersama sama di dalam suatu sesi interaktif untuk membahas perancangan sistem. Dopersiapkan dengan tepat dan difasilitasi, sesi JAD dapat secara signifikan mempercepat tahapan dalam desain dan melibatkan para pengguna pada tingkat yang lebih intensi.
Pengembangan yang gesit (agile development) menitikberatkan pada pengiriman perangkat lunak kerja yang cepat dengan membagi suatu proyek yang besar ke dalam serangkaian subproyek yang kecil yang diselesaikan dalam suatu periode waktu yang pendek dengan menggunakan umpan balik yang berulang dan terus menerus. Tiap-tiap proyek yang kecil  dikerjakan oleh sebuah tim desain., pengodean, pengujian, dan dokumentasi. Peningkatan atau tambahan fungsionalitas yang baru dilakukan di dalam pengulangan berikutnya, sebagaimana para pengembang menjelaskan kebutuhan-kebutuhan. Hal ini membantu meminimalikan keseluruhan risiko, dan memungkinkan bagi proyek untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan dengan lebih cepat. Metode yang gesit menekankan pada komunikasi berhadapan muka atas dokumen-dokumen yang tertulis, mendorong orang untuk bekerja sama dan mengambil keputusan dengan cepat dan lebih efektif.

Pengembangan berbasis komponen dan layanan WEB
Telah dijelaskan beberapa manfaat dari pengembangan berorientasi objek untuk pengembangan sistem yang dapat merespons perubahan yang cepat dalam lingkungan bisnis, termasuk aplikasi web. Untuk membuat perangkat lunak yang lebih cepat, kelompok-kelompok objek telah dirakit untuk menyediakan komponen perangkat lunak  untuk fungsi-fungsi umum, seperti antarmuka gratis bagi pengguna atau fungsi pemesanan ontime yang dapat di kombinasikan untuk membuat aplikasi bisnis berskala besar.pendekatan terhadap pengembangan perangkat lunak ini disebut pengembangan berbasis komponen. Layanan web dan komputasi berorintasi layanan meperkenalkan  layanan web sebagai komponen perangkat  lunak yang dapat dipakai ulang yang dapat diimplemetasikan menggunakan ekstensibel markupe language(XML) dan protokol dan standar terbuka lainya yang memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan aplikasi lainya tanpa membutuhkan pemograman yang disesuaikan untuk berbagi data dan layanan.
Layanan web dapat mebuat komponen-komponen perangkat lunak yang dapat diimplemetasikan melalui internet dan menyediakan fungsi –fungsi baru untuk peruasahaan yang sudah ada,atau membuat sistem baru yang mengubungkan sistem suatu perusahaan dengan yang lainya.pernah layanan perangkat lunak ini menggunakan standars yang universal,maka biaya lebih rendah dan layananya lebih mudah disusun bersama dari pada komponen-komponoen yang sifatnya kepemilikan.

Pengembagan aplikasi mobile
Mengembangkan aplikasi bagi platfrom mobile cukup berbeda dari pengembangan untuk PC dan mereka yang jauh lebih besar. Besaran perangkat mobile yang diturunkan memungkinkan menggunakan jari-jari tangan dan geral multi touch yang jauh lebih mudah dari pada mengetik dengan menggunakan keybord, aplikasi mobile perlu dioptimalkan untuk suatu tugas tertentu yang mereka laksanakan, mereka tidak berusaha untuk melaksanakan terlalu banyak tugas dan mereka akan dirancang untuk kegunaannya, pengalaman pengguna untuk melaksanakan terlalu banyak tugas, dan mereka akan dirancang untuk kegunaannya. Pengalaman pengguna untuk interaksi mobile secara fundamental berbeda dengan menggunakan dekskop / PC laptop, menghemat sumber daya –bandwich, spaci layar,memori, pemrosesan, entri data dan erakan pengguna semua merupakan prioritas yang tertinggi.

BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Membangun suatu sitem informasi yang baru merupakan salah satu jenis dari perubahan organisasional yang direncanakan. Pengenalan dari suatu sistem informasi yang baru melinatkan jauh lebih banyak dari pada perangkat keras dan perangkat lunak yang baru.
Sistem informasi yang baru merupakan suatu hasil dari proses pemecahan permasalahan organisasional. Suatu sistem informasi yang baru dibangun sebagai suatu pemecahan bagi beberapa tipe permasalahan dapat merupakan salah satu yang mana para manajer dan para karyawan meyadari bahwa organisasi tidak berjalan sebaik yang dihrapkan atau bahwa organisasi harus memanfaatkan keuntungan dari peluang yang baru untuk dapat mengerjakan dengan lebih berhasil.
Siklus hidup sistem adalah metode pengemabangan sistem informasi yang paling tua metodologi siklus hidup adalah pendekatan bertahap untuk membangun sistem membagi pengembangan sistem menjadi tahapan-tahapan yang formal ,para spesialis sistem mempunyai pendapatan berbeda tentang bagaimana membagi tahapan pengembangan sistem tetapi  mereka secara umum bersesuian dengan tahapan pengembangan sistem yang baru saja dijelaskan

B.  Saran
Pemakalah menyadari bahwa dalam penullisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, pemakalah sangat mengarapkan kritik, masukan dan saran yang membangun agar pembuatan makalah selanjutnya lebih baik. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan penulis khususnya.

DAFTAR PUSTAKA

C Loudon, Kanneth. Jane P Loudon, 2017. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat






Komentar